heran!
mata ini masih berjaga
enta ada apa?
otak tak lg karuan berpikir
badan pun kian melemah
berharap
jiwa tetap pada pendiriannya
menantikan hari esok ...
Sabtu, 19 September 2015
Minggu, 05 Mei 2013
SALAH KAPRAH ISTILAH YANG PERLU DIBENAHI BERSAMA
Bahasa
merupakan media komunikasi yang sangat penting dalam kehidupan sosial
masyarakat. Setiap negara memiliki bahasa dan gaya komunikasi yang
berbeda-beda. Selain itu, setiap negara juga menetapkan aturan baku
masing-masing sebagai standarisasi penggunaan bahasa dalam kehidupan
masyarakat.
Seiring
perkembangan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, penggunaan bahasa yang
sesuai dengan kaidah, aturan baku, dan berdasarkan kamus seringkali diabaikan.
Akibatnya, penggunaan bahasa yang tidak sesuai kaidah, aturan baku, dan kamus menjadi
kebiasaan, sehingga kata yang digunakan melahirkan makna baru yang tidak sesuai
atau bahkan bertentangan dengan makna sebenarnya dari kata tersebut.
Berdasarkan
KBBI edisi kedua (1989), salah kaprah itu sendiri memiliki pengertian kesalahan
yang umum sekali sehingga orang tidak merasakan sebagai kesalahan.
Pengucapan kata yang salah
kaprah
Kata-kata
yang salah kaprah banyak kita temui diberbagai kesempatan. Baik itu dalam
situasi formal maupun tidak formal. Kebanyakan penuturnya tidak menyadari apa
yang sudah diucapkannya. Menurut penutur apa yang dia ucapkan adalah yang
paling benar karena sudah banyak yang menggunakan istilah tersebut, baik itu
dari kalangan yang biasa sampai kalangan yang berpendidikan.
Bahasa
yang digunakan terkadang melahirkan makna baru yang tidak sesuai dengan arti
yang sebenarnya. Namun, istilah tersebut tampaknya sudah mendarah daging.
Contohnya saja istilah yang salah kaprah dan sering digunakan adalah istilah “acuh”
untuk pengganti “cuek”, istilah “seronok” untuk pengganti “porno”. Pemakaian
kata "kami" untuk pengganti kata "saya", penggunaan kata
“kita” untuk kata “kami”, dan sebagainya.
Kata-kata
di atas sangat familiar kita dengar ditelinga. Namun, masyarakat tidak menyadari
bahwa kata tersebut maknanya sudah menyimpang
dari makna yang sebenarnya.
Perbaikan atas kesalahan (dalam
pengucapan ) berdasarkan KBBI
Adanya
kesalahan dalam pengucapan istilah yang salah kaprah dalam kehidupan sehari-hari
membuat istilah tersebut masih sering
digunakan, walaupun maknanya berbeda. Hal ini terkadang membuat kita salah
menempatkan istilah tersebut dalam konteks kalimat, contoh perbaikan istilah
yang salah kaprah yaitu acuh sering diartikan oleh masyarakat pada umumnya
sebagai cuek, dimana menurut KKBI acuh itu diartikan peduli. Selain itu, kata
seronok yang sering diartikan oleh masyarakat pada umumnya sesuatu hal yang
berbau porno, namun menurut KBBI arti yang sebenarnya yaitu, sesuatu hal yang
menyenangkan hati dan masih banyak lagi kata-kata yang sering salah kaprah.
Kata lain yaitu kata abai. Menurut
Jaya Suprono dalan artikelnya yang berjudul “Kelirumologi”, acapkali memiliki
arti ganda yang keduanya memiliki pengertian bertolak belakang. Di satu sisi
kata 'abai' dapat berarti 'diindahkan', 'diikuti', 'dituruti'. Contoh kalimat:
"Anak yang baik hendaklah mengabaikan nasihat orang tua". Akan tetapi
coba simak kalimat berikut: "Trolling sering dideskripsikan sebagai versi
online dari eksperimen pelanggaran, dimana batas-batas sosial dan aturan etiket
diabaikan". Kata 'diabaikan' pada contoh kalimat kedua berbanding terbalik
dengan contoh kalimat sebelumnya. Jika tidak yakin mengetahui arti
kata 'abai', maka bisa digunakan kata 'diindahkan', diikuti', atau 'dituruti'
agar tidak terjadi pergeseran makna.
Walaupun
sudah ada arti yang sebenarnya, masyarakat masih tidak peduli dan masih
menggunakan yang sudah sering digunakan. Penutur yang salah kaprah semakin
berkembang dimana-mana, istilah atau makna yang sebenarnya sudah terlupakan.
Penyebab timbulnya pengucapan
istilah yang salah kaprah
Pengucapan
istilah yang salah kaprah tentunya membuat kita bertanya-tanya mengapa dan
kenapa penggunaan istilah tersebut bisa timbul di masyarakat kita. Tentunya banyak
faktor yang menyebabkan mengapa istilah tersebut bisa timbul dimasyarakat kita.
Masyarakat kita tidak menyadari betapa fatalnya jika istilah tersebut digunakan
apabila dalam situasi tertentu. Mungkin akan menimbulkan salah pengertian.
Pengucapan
istilah yang salah kaprah disebabkan karena ketidakpedulian masyarakat akan
pentingnya berbahasa. Umumnya masyarakat menyepelekan makna dari istilah
tertentu, mereka menganggap istilah yang disebutkan adalah benar dan mungkin
hanya memiliki makna yang sedikit bedanya. Padahal mereka tidak mengetahui
istilah yang mereka ucapkan sebenarnya salah total. Misalnya saja paka kata
“absen” yang di tulis oleh “Jaya Suprana” dalam artikelnya yang berjudul
:”Kelirumologi”, ia mengatakan bahwa kata Absen berasal dari bahasa Inggris, absen yang
artinya tidak hadir. Namun kenyataan dalam kehidupan sehari-hari
membuktikan, penggunaan kata tersebut diartikan sebaliknya, menjadi hadir.
Di sekolah dan kantor-kantor baik
swasta maupun pemerintah, istilah buku absen digunakan untuk memberi
label buku daftar hadir. Begitu pula kartu absen, yakni kartu yang
digunakan untuk mengetahui kehadiran seseorang.
Merujuk pada arti dalam bahasa
Inggris tadi, kata absen untuk buku absen atau kartu absen
perlu diganti dengan presency card atau kartu kehadiran, yang
berasal dari bahasa Inggris, present yang artinya hadir, mempersembahkan.
Jadi sebaiknya digunakan bahasa Indonesia, misalnya kartu kehadiran atau
buku daftar hadir.
Selain
itu, istilah salah kaprah juga disebabkan karena kurangnya membaca. Apabila
kita kurang banyak membaca tentu sedikit sekali informasi yang kita peroleh.
Sebenarnya manfaat membaca itu banyak sekali bagi kita. Tetapi kita justru
malas dan menutup mata dengan informasi yang kita butuhkan. Itulah sebabnya
kita tidak banyak tahu tentang perkembangan informasi khususnya dalam bidang
bahasa.
Akibat yang ditimbulkan dari
pengucapan yang salah kaprah
Apabila
ada penyebab tentunya ada akibat yang ditimbulkannya. Begitu juga apabila dalam
penggunaan istilah yang salah kaprah tentu saja ada akibat yang ditimbulkan.
Akibat yang ditimbulkan dari pengucapan istilah yang salah kaprah tentunya
sangat banyak. Misalnya saja, sering terjadinya salah paham antara lawan
bicara. Dan salah paham itu akan menimbulkan dampak yang tidak baik dengan
lawan bicara kita tersebut.
Selain itu juga, akibat yang ditimbulkan lainnya adalah kesalahan
dalam memaknai istilah tersebut. maksudnya, istilah yang sudah fatal itu apabila
selalu digunakan maka akan menyimpang dari makna yang sebenarnya dan akan
menimbulkan kebingungan pada pengguna yang sudah benar dalam menggunakan
istilah tersebut.
Cara menghidari pengucapan kata
yang salah kaprah
Banyaknya
terjadi kesalahan pengucapan yang salah kaprah membuat masyarakat kurang tahu
arti yang sebenarnya, bahkan tidak pernah mau tahu arti atau makna yang
sebenarnya. Cara untuk menghindari pengucapan yang salah kaprah yaitu dengan memperbanyak
lagi bahan bacaan. Tidak hanya melulu
membaca komik saja, majalah saja atau bacaan luar negeri yang banyak beredar
sekarang ini. sekali-sekali cobalah membaca bacaan tentang bahasa indonesia,
menghormati bahasa sendiri lebih mulia.
Selain
itu, cobalah mencari referensi lain yang
dapat menambah pengetahuan, misalnya melihat di internet, bertanya pada pakar bahasa Indonesia bagaimana
pengcucapak istilah yang benar. Apakah
kata yang digunakan artinya benar dan wajar untuk dipakai. Tentunya usaha yang
sudah kita lakukan pasti akan bermanfaat dan tidak akan sia-sia dalam menambah
ilmu. Kita akan menjadi orang yang bijak dalam berbahasa.
Jadi,
penggunaan kata yang salah kaprah terkadang melahirkan makna baru yang tidak
sesuai dengan makna sebenarnya dari kata tersebut. Dengan kita mengenal kata-kata
yang sudah kita ucapkan, seharusnya kita mengetahui apakah kata-kata yang kita
ucapkan sudah sesuai apa belum dengan makna yang sebenarnya dari kata itu.
Semoga dengan membaca tulisan ilmiah populer ini, dapat sedikit menambah
informasi bagi kita dan mungkin dapat membantu kita untuk memperbaiki kata yang
sudah salah kaprah penggunaannya dalam masyarakat kita.
Oleh :
Irena
Takdir (08 1224 050), Maria Evi M. (08 1224 051),
Niche Afra (08 1224 052), Emilia Suryani (08
1224 054),
Yohanes
Bali Ate (08 1224 071).
PENGHAPUS
getaran jiwa mulai perlahan mengasah
merajut pada jiwa yang mulai merana
perlahan tp pasti walaupun tanpa arah
mengguncangkan kalbu jiwa
mata kian mulai dengan egonya menjauh
menapaki mata-mata yang lain dgn guraunya
melotot seakan mau menerkam tanpah menoleh
pada getaran itu meskipun sekali saja
ah, sore ini seperti mainan
berdendang bersama kegalauan
ingin seperti penghapus tapi tak mampu untuk menghapus
dan hasryat jiwa pun semakin berhembus
#sangpembunuh
merajut pada jiwa yang mulai merana
perlahan tp pasti walaupun tanpa arah
mengguncangkan kalbu jiwa
mata kian mulai dengan egonya menjauh
menapaki mata-mata yang lain dgn guraunya
melotot seakan mau menerkam tanpah menoleh
pada getaran itu meskipun sekali saja
ah, sore ini seperti mainan
berdendang bersama kegalauan
ingin seperti penghapus tapi tak mampu untuk menghapus
dan hasryat jiwa pun semakin berhembus
#sangpembunuh
Sabtu, 27 April 2013
KOTAKU NYAMAN(?)
“Jogja Berhati Nyaman”
itulah sepenggal kalimat yang menjadi motto daerah Istimewa Jogjakarta. Kalimat
ini penuh beribuh-ribu makna yang tersirat meskipun hanya terdiri dari tiga
penggalan kata. Kota Jogjakarta dipenuhi masyarakat dari berbagai pelosok di
Indonesia, bahkan dapat dikatakan sebagai kota miniatur dari Negara Indonesia.
Kehadiran berbagai macam pribadi yang memiliki sifat dan karakter kepribadian
yang berbedah menjadi hal utama yang perlu diperhatikan oleh pribadi itu
sendiri yang tentunya mengarah pada keamanan kota Jogjakarta tempat berdiang. Kanyaman
hati yang dimaksudkan adalah adanya kepribadian sebagai penghuni yang menjaga
keamanan dalam hidup bermasyarakat dengan penduduk setempat. Stabilitas keamanan
di daerah Jogjakarta pada khususnya menjadi tanggung jawab aparat kemanan yang
berwajib, namun dibalik itu masyarakat pun mempunyai tenggung jawab untuk ikut
serta dalam mengamankan dan mencegah gangguan keamanan sekecil apapun.
Pernyataan itu disampaikan oleh seorang mahasiswa UKDW yang bernama Aquinaldo-asal
Sumba saat diwawancarai. Menurutnya, keamanan Jogjakarta perlu ditingkatkan
lagi sehingga tercipta keamanan daerah yang terpeliarah dengan baik demi kenyaman
dan ketentraman masyarakat.
Daerah Jogjakarta dalam
kondisi saat ini belum dikatakan ‘aman’ dengan terjadinya berbagai macam
kejadian seperti yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Pertama kali saya tinggal didaerah Jogja, saya sangat nyaman, namun akhir-akhir
ini yang saya dengar banyak sekali kejadian yang terjadi entah itu perkelahian
ataupun pembunuhan sekalipun. Ini menandakan bahwa kota Jogjakarta untuk saat
ini kurang aman, lagi riskan. Ujar seorang mahasiswa Stimik Amikom yang bernama
Rifai asal Timor. “Harapan saya petugas keamana harus lebih lihai dalam
mengamankan daerah Jogja agar terdengar nyaman dan tentram dikalangan
masyarakat penghuni Jogja,” tambahnya. Memang, keamanan di daerah Jogjakarta
saat ini, belum aman, apalagi dengan kejadian yang baru terjadi di daerah
babarsari, menurut saya kebanyakan kejadian yang terjadi itu merupakan ulah
dari mahasiswa yang tidak memiliki kepribadian yang baik, dan tak dapat
dipungkiri juga bahwa ada beberapa kalangan masyarakat setempat yang sering mengusik
kenyamanan hidup dari mahasiswa yang tinggal di daerah tersebut. Nah, dari
hal-hal tersebutlah yang mengakibatkan kekacauan yang semestinya tidak perlu
dan terjadi. Ini perlu diakan pengamanan terkontrol dari pihak keamanan yang
ada di Jogja sehingga hal-hal tersebut bisa dicegah. Ujar seorang mahasiswa
yang bernama Andre-asal Kalimantan.
Keamanan suatu wilayah
tergantung dari pribadi yang dapat mengendalikan kepribadiaannya dan merasa
bahwa keamanan itu bergantung pada dirinya sendiri. Keamanan merupakan hal yang
terpenting dalam hidup bermasyaraskat. Dari berbagai pendapat nara sumber di
atas, semuanya mengatakan bahwa bertolak belakang dari pengalaman mereka saat
pertama berada di Jogja lebih baik dari pada saat sekarang. Ada banyak kejadian
yang terjadi, permusuhan diantara mahasiswa dari berbagai daerah makin menjadi.
Semuanya menjadi kendala bagi mahasiswa lainya yang lebih mementingkan apa yang
menjadi tujuan utama mereka berada di kota Jogjakarta.
Menurut Ardiyanto
mahasiswa Akprind, Jogja dalam kehidupan masyarakatnya sangat nyaman dan baik
namun yang membuat Jogja tidak nyaman dan tidak baik adalah mahasiswa yang
berkepribadian buruk. Jogja pada dasarnya memberikan kenyamanan bagi semua
kalangan yang tinggal di daerah tersebut. Secara pribadi Jogja sangat aman
tergantung dari pembawaan diri yang terkontrol. Satu hal yang disayangkan di
kota Jogja adalah adanya tukang parkir dimana-mana. Sebagai mahasiswa tidak
menerima hal tersebut karena secara ekonomi sudah merugikan mahasiswa. “masa
kita pergi ke ATM saja harus bayar parkiran?” ucapnya. “Kitakan mahasiswa yang
masih bergantung pada orang tua, masa semua tempat dijadikan lahan parkiran?,
saya harap pemerintah daerah dapat memperhatikan hal tersebut,” tambahnya. Sependapat
dengan hal tersebut, seorang mahasiswa USD asal papua juga mengatakan kebebasan
kota Jogja terhadap pendatang baru harus lebih diperhatikan lagi sehingga
hal-hal yang tidak diinginkan jangan sampai terjadi. “Rasa persaudaraan dalam
satu darah harus lebih ditingkatkan karena secara umum kota ini merupakan
muniatur dari Negara kita bahkan dari Negara luar pun ada yang berdiang dikota
ini,“ tuturnya dengan jelas.
Oleh: baliAte
Rabu, 18 Januari 2012
Senja Kehidupan
Senja itu aku duduk bagaikan patung, menatap langit yang begitu buram, sekelilingku bagaikan hamparan pasir berdebu yang tak tahu aranya beterbangan. Aku bingung saat itu memikirkan tentang apa yang akan terjadi dan benar-benar harus kulakukan, aku ingin berteriak, pikiranku tak karuan lagi, tiba-tiba aku dikagetkan oleh dinginnya malam seakan menyapaku dari lamunan yang baruasan terjadi. Aku terhentak kaget lalu meneguk minuman disampingku, tak terasa lagi akan hangatnya, meneguknya pun terpaksa. Senja telah pulang pada peraduannya, menatap hidup yang kian morat marit dalam hamparan belantara otak kecilku. Mengiris tubuh yang terus berharap. Ah…itu cuma mimpi, bukan angan, juga bukan hayalan belaka.
Hey, kamu dsana to? Sapa seorang temanku yang tiba-tiba datang tanpa memberitahuku terlebih dahulu. “kamu dari mana kawan?” tanyak agak sedikit tak menghiraukan. “jalan-jalan” jawabnya singkat.
Karena melihatku agak tidak mempedulikan, kawanku pun hanya terdiam memandangiku seolah-olah ingin tahu apa yang sedang aku pikirkan lalu pergi. Aku pun tetap tak peduli.
Waktu terus berjalan, berputar tak pernah henti pada porosnya, bagaikan air yang mengalir tak pernah ada habisnya. Hanya diam yang mencekam saat itu. Aku hanya menatap dan semuanya terus berlalu. Menatap semua yang sudah terjadi, rupahnya semua yang terlintas adalah pecundang pikiranku. Namun, apa yang terjadi, itulah suatu realita yang tak akan terlepas dari kehidupan ini. Ada banyak cerita yang mengalir bagaikan deruan angin yang berhembus membentang dipermukaan bumi.
Malam ini bagaikan jubah hitam raksasa, dilangit tak ada bintang, hanyalah sepih yang mencekam. Aku pun teringat masa- masa buram diwaktu yang lalu. Wah, apalah jadinya jika aku tidak menjalani hidup saat ini. Dikejauhan ada satu titik cahaya yang membawaku untuk terus meniti apa itu hidup yang sebenarnya. Ada benarnya juga apa kata orang-orang, hidup itu perlu dinikmati. Ah, mungkin itu perasaanku saja. Menghilang dari pikirku pun tak bisa. ya, itu adalah harapan, Memang mengembara dalam kehidupan ini rasanya berat, ada suka dan ada duka. Keduanya saling bergantian, meniti hidup dalam angan-angan palsu. Hanyalah harapan yang mampu mengarunginya untuk bisa terlepas dari hal itu.
Begitulah, ketika perjalanan itu dihiaskan oleh pilunya senja dikeheningan malam yang menghantar kita pada mimpi-mimpi hidup yang tak pernah kesampaian. Segalanya merasuki keheningan hidup seperti senja yang menuju peraduaanya. Seperti malam yang mencekan menuju harapan pada esoknya.
Aku pun menundukkan kepalaku ingin melepaskan apa yang sedang terlintas. Hidup perlu dihidupi. Bagaimana itu mungkin? Ya…itulah sebuah pertanyaan yang mondar-mandir dalam rantau pikirku. Aku pun di cekam oleh pertanyaan itu. Segalanya menjadi nampak, tak satu pun yang peduli, hanyalah harapan yang menguatkanku, menjalani hidup tak semestinya dijadikan sebagai sesuatu hal yang berat adanya. Aku percaya pada titik cahaya itu. Ia mampu meneragi kegelapan yang dihantar oleh senja itu. Melumpumpuhkan segalanya pada pandangan buramku. Tak satu pun terlewatkan dan dilewati.
Ah…itukah yang dinamakan kehidupan? Sejenak angan menghantui mimpiku. Tak perlu memandang jauh akan apa yang terjadi. Semuanya tergantung kita bagaimana memikirkannya dan seperti apa yang terlintas dalam pikiranmu. Aku mencoba menerangkan pada gelapnya malam, seakan tak peduli apa itu yang sedang kukatakan. Aku mencoba membuka kembali lembaran usang itu bersama kegelapan berharap itu adalah kenangan. Menatap sebagaimana titik cahaya itu menerangi gelapnya malam. Makin lama aku membiarkan kegelapan itu mencekam dan merasuki hati dan perasaanku, namun kegelapan itu tak sabar untuk berlalu karena titik cahaya yang terus menghantuinya. Aku pun tidak mau melewatkan apapun dan untuk apapun. Aku telah menemukan jalanku dengan sebuah harapan untuk mengejar hari esok. Tak mau kehilangan karena langkah selalu menggiringku kesana, ketempat itu bersama cahaya mentari yang bersinar dengan eloknya.
Jogjakarta,17/1/12/baliAte
Minggu, 08 Januari 2012
Kata - Kata
Tak sanggup berkata
Berkata dalam kata-kata
Kata-kata akan kata-kata...
Sungguh! lucu sekali Negeri ini
Banyak kata yang terucap
Terucap untuk penindasan
Dalam perjuangan yang tak pernah henti...
KKN terus meningkat
Tak pernah lepas dari perjuangan itu
Sungguh! suatu perjuangan yang diimpikan
Oleh dan untuk penguasa berkepentingan...
Berkata dalam kata-kata
Kata-kata akan kata-kata...
Sungguh! lucu sekali Negeri ini
Banyak kata yang terucap
Terucap untuk penindasan
Dalam perjuangan yang tak pernah henti...
KKN terus meningkat
Tak pernah lepas dari perjuangan itu
Sungguh! suatu perjuangan yang diimpikan
Oleh dan untuk penguasa berkepentingan...
PURA - PURA
Kawan …
Di luar sana ada banyak kata yang terucap
Terucap bagaikan tetesan rintikan hujan yang tiada hentinya
Seribu alasan diungkapkan dengan terbuka
Terbuka untuk merasuki jiwa yang terbelenggu
Terbelenggu akan seribu janji yang diucap …
Kawan …
Ingin aku katakan disana ada banyak domba
Domba yang ditelantarkan oleh gembalahnya
Gembala yang terderai dan terjerat dalam jeruji
Jeruji yang bisa dilumpuhkan oleh kata-kata
Kata-kata yang terucap dan diucapkan dengan manis …
Banyak isyarat yang tersurat, Banyak kata yang tersirat
Tetapi semua itu hanyalah kebohongan semata
Bukan munafik, Bukan juga berpura-pura
Tetapi itu adalah kenyataan
Kenyataan yang dibungkam dan membungkam
Memang!!! Itulah yang terjadi
Coba saja lihat ke sana!!!
Tak pernah ada yang berpura-pura
Memalingkan wajah saja bukan pura-pura
Apalagi kalau ada domba yang berkata
Pastinya dianggap pura-pura …
Di luar sana ada banyak kata yang terucap
Terucap bagaikan tetesan rintikan hujan yang tiada hentinya
Seribu alasan diungkapkan dengan terbuka
Terbuka untuk merasuki jiwa yang terbelenggu
Terbelenggu akan seribu janji yang diucap …
Kawan …
Ingin aku katakan disana ada banyak domba
Domba yang ditelantarkan oleh gembalahnya
Gembala yang terderai dan terjerat dalam jeruji
Jeruji yang bisa dilumpuhkan oleh kata-kata
Kata-kata yang terucap dan diucapkan dengan manis …
Banyak isyarat yang tersurat, Banyak kata yang tersirat
Tetapi semua itu hanyalah kebohongan semata
Bukan munafik, Bukan juga berpura-pura
Tetapi itu adalah kenyataan
Kenyataan yang dibungkam dan membungkam
Memang!!! Itulah yang terjadi
Coba saja lihat ke sana!!!
Tak pernah ada yang berpura-pura
Memalingkan wajah saja bukan pura-pura
Apalagi kalau ada domba yang berkata
Pastinya dianggap pura-pura …
Langganan:
Postingan (Atom)
Template Makalah (Non Penelitian)
JUDUL (Judul Artikel Ditulis dengan Font Times New Roman 14, Maksimum 14 Kata untuk Bahasa Indonesia dan 12 Kata untuk Bahasa Inggris,) ...
-
PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sepanjang perkembangan ilmu sastra di Indonesia, persoalan metode ktitik sastra b elum mendapat pe...
-
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kritik sastra merupakan studi sastra yang langsung berhadapan dengan karya sastra, secara ...
-
Judul : Api Awan Asap Penulis : Korrie Layun Rampan Penerbit : Grasindo Tebal Buku : 176 Halaman ISBN : 97860203750009 ...